1. Apa Itu RADIUS Server?

RADIUS (Remote Authentication Dial-In User Service) adalah protokol jaringan yang menyediakan layanan terpusat untuk Authentication (siapa Anda?), Authorization (apa yang boleh Anda akses?), dan Accounting (apa saja yang Anda lakukan?). Ketiga fungsi ini dikenal sebagai AAA.

Dalam konteks ISP, RADIUS Server berperan sebagai "buku besar" yang menyimpan semua data pelanggan — username, password, paket layanan, batas bandwidth — di satu tempat terpusat. MikroTik Anda kemudian "bertanya" ke RADIUS setiap kali ada pelanggan yang mencoba terhubung.

2. Cara Kerja RADIUS dengan MikroTik

Berikut adalah alur autentikasi pelanggan PPPoE menggunakan RADIUS:

Pelanggan Dial PPPoE
MikroTik NAS/Client
RADIUS Auth Server
Database User Data
  1. Pelanggan memasukkan username & password di perangkat mereka
  2. MikroTik (bertindak sebagai NAS — Network Access Server) meneruskan request ke RADIUS Server
  3. RADIUS mengecek database: apakah user valid? Apakah paketnya aktif? Apakah tagihan lunas?
  4. Jika valid → RADIUS kirim "Access-Accept" beserta atribut (bandwidth, IP, durasi)
  5. Jika tidak valid → RADIUS kirim "Access-Reject" dan MikroTik putus koneksi
  6. RADIUS mencatat sesi (start/stop/interim-update) untuk keperluan accounting/billing

3. Manfaat RADIUS untuk ISP

4. Masalah ISP yang Tidak Pakai RADIUS

Kondisi Tanpa RADIUS Dengan RADIUS
Pelanggan baru ❌ Input manual di tiap router ✅ Input sekali di billing system
Pelanggan menunggak ❌ Harus disconnect manual satu per satu ✅ Isolir otomatis by billing system
Ganti password pelanggan ❌ Harus masuk ke router lagi ✅ Ubah di dashboard, langsung efektif
100 router MikroTik ❌ Kelola 100 router secara terpisah ✅ Semua terpusat di 1 RADIUS
Laporan penggunaan ❌ Tidak ada data akurat ✅ Accounting lengkap per sesi

5. Integrasi RADIUS dengan Billing System

RADIUS saja tidak cukup. Yang membuat ISP modern benar-benar efisien adalah ketika RADIUS Server terintegrasi langsung dengan billing system. Berikut contoh skenario otomasi:

  1. Pelanggan membayar tagihan via QRIS di portal self-service
  2. Billing system menerima konfirmasi pembayaran dari payment gateway
  3. Billing system kirim perintah CoA (Change of Authorization) ke RADIUS
  4. RADIUS kirim perintah ke MikroTik untuk mengaktifkan kembali koneksi pelanggan
  5. Semua proses ini terjadi dalam waktu kurang dari 30 detik, tanpa intervensi manusia

6. Cara Setup RADIUS di MikroTik

Setelah RADIUS Server (FreeRADIUS atau built-in billing system) sudah berjalan, Anda perlu menghubungkan MikroTik ke RADIUS:

Daftarkan RADIUS Server ke MikroTik
# Tambahkan RADIUS Server /radius add service=ppp address=10.0.0.1 secret=rahasia-radius comment="RADIUS Billing" # Untuk Hotspot /radius add service=hotspot address=10.0.0.1 secret=rahasia-radius
Aktifkan AAA untuk PPPoE
# Enable RADIUS authentication untuk PPPoE /ppp aaa set use-radius=yes accounting=yes interim-update=1m
Aktifkan AAA untuk Hotspot
# Di Hotspot Server Profile /ip hotspot profile set [find name=default] use-radius=yes

7. Solusi Terbaik: RADIUS Built-in di ARBA Billing System

Membangun dan mengkonfigurasi FreeRADIUS dari nol membutuhkan pengetahuan teknis yang mendalam dan waktu yang tidak sedikit. Bagi ISP yang ingin langsung produktif, ARBA Billing System hadir dengan RADIUS Server built-in yang sudah terintegrasi penuh dengan billing, portal pelanggan, dan notifikasi WhatsApp.

Ingin RADIUS yang Sudah Terintegrasi dengan Billing?

ARBA Billing System sudah hadir dengan RADIUS Server built-in. Tidak perlu konfigurasi terpisah — semua siap dalam satu deploy.